Selasa, 16 Desember 2014

Sekotak Kenangan part#1 & #2




Sekotak Kenangan #part1
Telah kukirimkan sekotak berisi kenangan,
apakah telah kau buka isinya?
ada sepenggal cerita ketika kita menikmati hujan
sembari meneguk secangkir kopi hitam kesukaanmu.
Ada sebuah pigura berisi foto-foto tentang senja, langit biru dan sekumpulan camar yang terbang tinggi yang menjadi saksi kebahagiaan kita, duluuu..
Masih ingatkah kau?
Sekotak kenangan itu kukirim,
karena aku ingin mengembalikan kenangan itu,
agar aku tak perlu membuka-bukanya lagi,
dan biarlah menjadi sebuah cerita usang yang tertinggal...
Sekotak Kenangan ‪#‎part2‬
Ternyata sekotak kenangan yang sudah kukirim, tidak jadi kau kirim kembali. Katanya kau simpan di tempat yang kau rahasiakan. Katamu, isinya hanya indah dikenang namun tak perlu dibuka lagi kotaknya.
Jadi tak perlu kau ingat kembali isinya, kembali melangkah menyelusuri perjalanan yang baru...

We're all alone





 merasa hampa ketika kita buka jendela pagi hari, mentari masih tersembunyi di sudut langit. Sementara semalam, hujan turun tanpa deras sehingga bintang-bintang kecil itu enggan muncul.
Kita masih punya gerimis pagi yang diam-diam membangunkan kita dari tidur semalam yang tanpa dibumbui bunga mimpi. Hari kita makin sunyi tanpa nyanyian camar yang beterbangan di atas laut biru.
Lalu, pada siapa kisah ini akan dibagi, jika semua enggan menyambut pagi ini dengan senyuman di bibir?
Ternyata kita hanya sekumpulan manusia yang terkepung dalam kesepian dalam sebuah kotak yang bernama: kegemerlapan.

SEPOTONG FRAGMEN





Tangan Tuhan telah menggerakkan kita bertemu pada sebuah senja yang indah, ketika kau coba melemparkan senyum. Kita berdebat seru tentang kehidupan yang akan datang. Bagi kita masa itu adalah masa yang indah, dimana kita belum mengenal bentuk dunia yang sesungguhnya. Dimana kita hanya mengenal tawa dan canda.
Lalu kau isyaratkan suatu rasa dari balik tatapanmu. Aku mencoba menghindar, karena aku masih memiliki mimpi yang lain, yang tak bisa kubagi untukmu. Kau lalu kecewa, pergi dengan langkah-langkah panjangmu. Meninggalkan aku dengan hanya ditemani sepotong senja yang tersisa, sebelum malam menjelang.
Jika kini kita bertemu lagi, mungkin kisahnya sudah berbeda. Kita telah memiliki sebuah peran dalam sepotong fragmen. Aku tahu, kau selalu mencoba menghindar. Namun kau lupa, Tangan Tuhan pula yang menggerakkan kita bertemu lagi dalam pagi yang baru...

Senin, 08 Desember 2014

NEGERI DALAM SEBUAH DONGENG


Mari kita buat sebuah negeri dalam sebuah dongeng.
Dongeng yang bisa kita bagi buat anak-anak kita
isinya adalah tentang sebuah negeri tanpa pemimpin,
yang rakyatnya dapat memimpin dirinya sendiri dengan bijaksana
tiada kemiskinan, tiada hura-hara yang menyakitkan,
berisi tanah yang subur yang diatasnya tumbuh buah-buahan dan sayur-sayuran segar yang bisa kau petik kapan saja.
Anak-anak sekolah di gedung yang dilapisi aneka coklat dan gulali
jika bosan belajar, mereka bisa menikmatinya sembari bernyanyi.
Hari-hari bisa kita isi dengan menjelajahi ke seluruh penjuru negeri
sembari menuangkannya dalam sebuah kertas putih,
dalam bentuk cerita yang manis.
Waktu akan terasa begitu panjang, karena kita begitu sangat menikmatinya.
Sebuah negeri dalam sebuah dongeng, ahhh andaikan bukan imajiner semata.

TITIK NOL


Pada sebuah putaran waktu,
langkah terhenti di titik nol
haruskah bermuram durja
membiarkan udara sehitam jelaga
dan berteman sepi dalam lorong panjang tak berbatas.
Tanpa kau sadari,
ada sebuah Tangan yang menuntunmu
yang tak tega membiarkanmu terjatuh selamanya,
Dia yang akan menaikkan kau ke titik yang lebih tinggi,
tanpa kau sadari Tuhan selalu menemani setiap langkahmu,
Dia tak membiarkan kau sendiri,
berteman dalam sepi, terkepung dalam sebuah kekalahan
kini saatnya, kau naik ke titik selanjutnya
biaskan asamu yang mulai redup sinarnya
oleh sinar mentari yang akan muncul
dan memberikan hari baru untukmu...

THE LIFE YOU WANT



Highlights yang ada di cover majalah Pesona menggelitik saya menuangkan pemikiran saya yang sederhana di pagi ini. Pemikiran khas emak-emak. Bukan curhat or sebuah keluhan lho, hehe...
Apa hidup yang kau inginkan? Sebagai salah satu penggemar drama korea, tentunya mau dunk hidup seindah drama-drama korea itu. Misalnya dalam serial drama The Princess, pengen jadi kayak Lee Soi seorang mahasiswi anak pemilik losmen di sebuah desa wisata. Siapa sangka ternyata dia anak seorang raja yang harus belajar tata krama dengan Hae-Young seorang diplomat.
Itu kan drama, kenyataannya? Hehe..mudah-mudahan mendekati 'kisah' di atas yaa...
Namun, Tuhan telah menggariskan pada 'titik' kita masing-masing. Hanya melihat saja ke atas, membuat pusing kepala. Namun jika selalu melihat ke bawah pun, membuat kita tidak selalu berusaha.
Jadi kuncinya bagaimana kita menjalani 'titik-titik' kehidupan yang sudah digariskan tadi dengan ikhlas dan berdayakan diri kita secara optimal.
The Life you want: for me...it's simple life, just its!
Morning all, having fun on Monday morning...

EVERY DAY


Setiap hari kita menapaki jalan kehidupan
untuk sebuah tujuan: kebahagiaan.
Diwarnai tangis dan tawa kita
dengan ditemani gerimis hujan
atau sinar mentari yang melimpah.
Hari-hari kita ditemani potongan pelangi,
sekumpulan burung yang beterbangan di langit biru,
selembar senja yang berwarna jingga
atau bintang-bintang kecil yang bersembunyi di awan-awan putih.
Bagai sebuah frame kehidupan,
berisi potongan episode dengan kisah yang berbeda.
Bertemu dan kemudian berpisah.
Kegagalan dan kesuksesan bagai sekeping mata uang.
Terpuruk atau menang, akan sama saja
karena putaran waktu akan menentukan keduanya.
Pergi atau bertahan, akan membawa pilihan yang berbeda.
Tinggal kita menentukan langkah,
terdiam atau terus berjalan mengikuti alur kehidupan yang sudah ada...