Sabtu, 27 Desember 2014

KAU



Kau bagai angin, yang tak tampak. Namun aku merasakan kehadiranmu. Bagai sinar mentari yang terbias dari celah-celah ruang hati, begitu pun bias senyummu yang terkadang muncul tanpa diundang.
Kisi-kisi hati itu mungkin sudah berserakan tak terbentuk, seumpama sebuah puzzle yang potongan sudah hilang ke segala penjuru, tanpa bisa ditemukan lagi. Maka sosokmu tak akan berarti lagi jika senja telah pergi, karena akan muncul sebuah bintang kecil yang akan menggantikannya...

Sekumpulan Ilalang

Iri rasanya melihat sekumpulan ilalang yang menikmati paginya dalam damai. Bergoyang seirama ditiup angin pagi. Tanpa lelah dan jemu menjalankan tugasnya, memberikan aroma pagi yang khas.
Iri dengan ilalang-ilalang itu yang tubuhnya hangat disiram mentari pagi. Dan semalam dapat menari-nari dalam rinaian hujan dengan penuh kegembiraan.
Aku hanya dapat memandangi mereka dalam suasana pagi yang suram. Hujan semalam, telah mengingatkan aku akan kehilangan sebuah kenangan yang kini entah tersembunyi dimana. Andaikan, aku dapat menggantikan kedudukan ilalang-ilalang itu, alangkah damainya...karena tak akan ada yang kenangan dalam kehidupan mereka...

I Was Remember





Ingatkah kau, tentang hari-hari kita yang lalu, yang hanya berisi gelak tawa. Tiada tangisan, tiada air mata. Dulu, kita mengukir mimpi kita lewat bintang-bintang kecil yang kita lihat di keheningan malam. Mimpi panjang yang tak berkesudahan sembari menghitung hari-hari kita esok. Mungkin sebagian mimpi itu sudah terwujud, sebagian masih kita titipkan pada pasir-pasir putih di tepi pantai, yang pernah kita lalui dalam perjalanan kehidupan kita.
Jika pada akhirnya kita mengenal air mata, mungkin itu bagian dari sebuah proses yang harus dijalani. Jadi nikmati saja.

Ingatkah kau, tentang warna-warni persahabatan kita yang penuh dengan keindahan. Berkisah tentang ketulusan dan kebersamaan. Walau pada akhirnya, warna tak seindah dulu, paling tidak kita pernah merasakan keindahannya bersama.

Peri Cantik Untukmu

Apakah kau terbangun dengan perasaan asing? Ketika kau lihat, bukan kamarmu yang nyaman? Mungkin hanya sebuah barak, dan kau tidur di atas kasur yang tipis, berhimpit dengan teman-teman barumu. Nikmati saja, karena hidup tidak melulu berkisah tentang sebuah istana kaca yang indah.
Telah kukirim seorang peri cantik untuk menjagamu semalaman. Namun kau tak kan percaya dengan peri-peri cantik itu. Karena kau tidak pernah suka dongeng, sedangkan ibumu sebaliknya, seorang pendongeng sejati.
Namun, aku tetap seorang ibu yang selalu merindukanmu, Nak...Mungkin sampai kau dewasa, sampai kau telah memiliki kehidupan sendiri. Karena bagi ibumu, engkau hanyalah seorang anak kecil yang perlu dijaga dan dicintai sampai akhir hayat. Jadi jangan bosan jika ibumu selalu memandangmu dengan sepenuh hati.
Cepat pulang, Nak...Ibumu selalu menantimu dengan cinta seluas samudera dan setinggi Himalaya...

TARIAN HUJAN





Sudah kau nikmati rinaian hujan yang menari-nari semalam.
Harusnya kau bergembira, karena hujan selalu mendatangkan aroma khas yang selalu membuatmu bahagia.
Namun mengapa kau harus bersedih, hanya karena dia tidak mau menjenguk hatimu lagi? Mungkin baginya, kau hanyalah sekotak kenangan yang sudah teronggok dalam pojok lemari kayu yang sudah rapuh termakan usia.
Mari bergembiralah, menari dalam rinaian hujan yang nadanya begitu teratur, menandakan mereka tidak akan pernah bosan melaksanakan tugas, membasahi bumi yang sudah mulai menua, yang sudah kering kerontang oleh kerakusan manusia.
Kau harus menjadi salah satu manusia yang bahagia dalam kesederhanaan, karena hujan akan selalu memberikan aromanya yang khas untukmu. Sekotak kenangan itu anggap sebagai bagian masa lalu dalam hidupmu, yang akan mewarnai hidupmu seperti sepotong pelangi yang bias warnanya menyinari pagi seusai hujan pergi...

Sabtu, 20 Desember 2014

KENANGAN #PART3







Merindukan kenangan laksana membuka kembali sebuah buku yang sudah berdebu dan penuh dengan jaringan laba. Isinya tak dapat lagi terbaca hanya gambaran indahnya seperti sepotong fragmen yang muncul di hadapanmu.
Ada sepotong senja yang berwarna peach terang, kumpulan awan, burung-burung yang beterbangan ke segala arah, daun-daun yang beterbangan seperti tarian indah, gerimis pagi yang melagukan sebuah lara.
Kata kau tak perlu dibuka lagi, hanya meninggalkan sayatan hati dan kepakan sayap yang patah. Jadi buat kau tidak ada gunanya mengingat-ingat lagi...Biarkan saja menjadi sebuah laporan akhir tahun, untuk deretan angka yang tertinggal jauh...

Selasa, 16 Desember 2014

HARAPAN KOSONG






Harapan Kosong
‪#‎part1‬
Harapan kosong itu adalah ketika kau pandangi gemerlapnya bintang di langit namun pijarannya tak sampai ke bumi. Dan ketika kau sentuh lembutnya awan-awan putih namun isinya hanya berupa gumpalan-gumpalan kapas yang tak dapat dibentuk, hanya serpihannya yang memenuhi ruang hatimu yang kosong...
‪#‎part2‬
Harapan kosong itu adalah ketika seseorang menjanjikan sebuah puzzle yang indah untukmu, tapi sekian lama kau menunggu, puzzle itu masih tak terbentuk juga, bahkan sebagian potongannya telah hilang terbawa olehnya...