Jumat, 07 November 2014

JIKA...





Jika waktu seperti jam yang bisa disetel ulang,
aku ingin bisa menciptakan kenangan indah bersamamu,
tertawa dan menangis bersama dihiasi rinaian hujan yang tergambar indah
rambut kita basah oleh gerimis senja, namun hati kita tetap riang.

Jika mesin pengulang waktu bisa diciptakan,
mungkin akan kubeli, dan kusetel masa itu,
masa-masa indah kita merancang mimpi dan asa
di atas butiran pasir nan lembut,
kita tertawa bahagia ketika ombak laut menyapu butiran pasir itu
dan terbawa ke ujung laut sana.

Namun, kini semua hanya tinggal kenangan usang,
yang kadang teringat dalam gerimis senja,
dalam kumpulan bintang kecil di ujung langit,
dalam deburan ombak yang seperti memanggil namamu,
untuk mengajakmu menikmati keindahan pantai dalam keheningan...

Kamis, 06 November 2014

KEINDAHAN PAGI



Terkadang kita melewatinya, karena harus berburu dengan waktu.
Padahal lihatlah, sinar mentari yang berwarna jingga 
memancarkan cahayanya lembut, 
seakan menyapamu selamat pagi.

Terkadang kita tidak menyadari kehadirannya, 

terlalu banyak yang harus dikejar.
Padahal lihatlah, embun-embun masih membasahi daun-daun
mereka masih asyik bercumbu, 
seakan enggan meninggalkan pagi  yang indah.
Semilir angin menyejukkan hati yang hampa,
yang hampa oleh setitik kebahagiaan.

Terkadang kita mengacuhkan keindahannya,

karena buat kita sudah biasa,
terbiasa melihat pemandangan pagi
yang terbentang di hadapan kita.
Padahal apakah besok kita masih bisa menikmatinya?

Maka mulai pagi ini,

tak ada salahnya sejenak kita rasakan
keindahannya dalam ucap syukur.
Keindahan pagi yang dibagikan Pemilik Semesta
untuk seluruh penghuninya di alam semesta ini...

Rabu, 05 November 2014

JEJAKMU


Berapa lama jejakmu menghilang, satu dua...abad?
Berapa lamanya waktu berjalan,
mengikis jejakmu, walau sisanya masih tertinggal...di sini.

Kuhitung satu demi satu,
di jalan yang sunyi,
dia masih ada...tertinggal bersama daun-daun yang telah mengering
haruskah tetap kuikuti, walau aku tak tahu, sampai dimana akan berhenti.

Biarlah semuanya hilang, tertiup angin, 
seperti angin yang menerbangkan daun-daun
ke segala penjuru arah,
meninggalkan jejakmu,
meninggalkan kenangan yang tak pernah usang
seperti sebuah tembang lara
tentangmu...tentang jejakmu yang telah menghilang
bersama perginya senja yang kelam...

Senin, 03 November 2014

Pagi Ini



Pagi ini,
mentari sudah terbangun dari peraduannya
menghias langit dengan warna peach yang indah
daun-daun masih basah oleh sekumpulan embun 
yang belum pergi ditiup semilir angin.

Pagi ini,
anak-anak jalanan terbangun dari mimpi indahnya
terbangun dari atas aspal jalanan yang keras,
sekeras kehidupan mereka yang tanpa asa.

Pagi ini,
anak-anak sekolah bersenda gurau berjalan kaki
menikmati paginya yang indah sebelum mereka mereguk ilmu
dalam kesederhanaan: baju putih dan rok merah yang sudah pudar warnanya
dan sepatu hitam yang telah menipis solnya.

Pagi ini,
seseorang rindu dengan masa lalunya yang indah,
memandang indahnya pagi dari balik jendela
sembari menghitung hari
betapa lama waktu telah pergi,
meninggalkannya dalam kesendirian...

Sabtu, 01 November 2014

Daun-Daun Mengering



Hujan semalam membuat daun-daun tersenyum segar,
namun di tanah yang masih basah, 
terlihat sebagian daun yang telah berguguran 
ditiup angin yang berhembus kencang semalam,
daun-daun yang terbuang, daun-daun yang tersisih...
Seperti kehidupan, ada orang-orang yang merasakan nasib yang sama.
Pernahkah merasakan menjadi orang-orang yang tersisih,
yang terbuang?
Tak usah bersedih, hidup hanyalah sebuah proses...
Kita bisa bangkit kembali,
tersenyumlah dalam keterpurukan,
karena itu kekuatan kita untuk bangkit
dan meraih mimpi kembali...

A Gift From The Heaven





Jangan sedih ketika tiba-tiba kau harus memperlambat langkahmu,
tiba-tiba saja kau menjadi seseorang yang tak berarti,
seseorang yang hanya bisa duduk manis, melihat hiruk-pikuk di hadapanmu...

Jangan sedih ketika tiba-tiba saja sebuah pintu tertutup untukmu,
bisa jadi Allah SWT, punya rencana yang indah,
mungkin Dia sedang menyiapkan sebuah hadiah yang terindah untukmu,
mungkin hadiah itu berisi sebuah kunci yang akan membuka pintu yang lain.

Mungkin ada sebuah dunia lain, yang tidak pernah kau sadari sebelumnya,
seperti diriku yang baru menyadari ada sebuah dunia, yang kutinggalkan
bertahun-tahun, tanpa kusadari dia selalu mengikuti kemana pun kupergi.
Sebuah bakat yang harus terasah melalui sebuah proses, and it's amazing!

Welcome to my new world..Thanks My Big Tallent...
Thanks God!

Ruang Fiksi dalam Sebuah Majalah


Hasil Analisa Sementara:

1. Majalah Femina : 1-2 cerpen & 1 cerber terbit seminggu sekali
2. Majalah Gadis : 1 cerpen & 1 Percikan terbit 10 hari sekali
3. Majalah Good Housekeeping : 1 cerpen 1 bulan sekali
4. Majalah Kawanku : 2 cerpen:  2 minggu sekali
5. Majalah Pesona : 1 cerpen : bulanan
6. Majalah Girls : 2 cerpen : 2 minggu sekali
7. Majalah HAI : 2 cerpen : mingguan
8. Majalah Bobo : beberapa cerpen & dongeng : mingguan
9. Noor : 1 cerpen, terbit bulanan
10. Esquqre : 1 cerpen terbit bulanan
11. Kartini : 1 cerpen & 1 cerber. Terbit 2 minggu sekali
12. Ummi : 1 cerpen & 1 cerber, terbit bulanan